ini kisah nyata yang saya alami, dimulai dari sebuah perkenalan singkat saat masa orientasi siswa dan dilanjutkan dengan kedekatan yang spesifik hingga mereka menyebut dengan nama sahabat. sahabat yang selalu ada disaat satu sama lain butuh, sahabat yang akan berjanji selalu mengutarakan segala emosinya, sahabat yang enggak akan berbuat jahat dengan temannya.
hari demi hari..
semua itu akan terasa sangat mustahil, sahabat yang dulu saling berjanji kita tinggal kenangan semuanya hancur saling menjelekkan satu sama lain, saling menghina satu sama lain, sahabat yang "hanya" baik saat didepan tapi "jahat" dibelakang, hingga semuanya berhenti ditengah jalan lost contact, cuek-cuekkan, sok jual mahal, enggak mau saling nyapa karena merasa dirinya paling bener.
apa yang seperti ini yang dinamakan sahabat?? atau hanya mengaku sahabat??
dari ini semua coba kita fikirkan baik-baik apa selama ini kita udah bisa jadi sahabat yang baik untuk mereka?? "sahabat yang hanya mengaku baik didepan" atau "sahabat yang mengaku kejelekan mereka dibelakang"??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar